Homili Hari Minggu Prapaskah V/A – 2014

Hari Minggu Prapaskah V/A

Yeh 37:12-14;

Mzm 130:1-2,3-4ab,4c-6,7-8;

Rm 8:8-11;

Yoh 11:1-45

KebangkitanNya kita muliakan!

Fr. JohnKetika merayakan misa di sebuah paroki, saya merasa heran ketika mengatakan: “Marilah menyatakan misteri iman kita.” Ada seorang Bapa yang mendoakannya dengan suara lantang: “Wafat Kristus kita maklumkan, kebangkitanNya kita muliakan, kedatanganNya kita rindukan.” Ia mengucapkan dengan suara lantang kalimat: “kebangkitannya kita muliakan”. Setelah selesai misa saya bertanya kepadanya, mengapa ia mengucapkan kalimat itu dengan suara lantang. Ia mengatakan sangat tersentuh dengan kalimat ini. Tuhan Yesus bangkit dari kematianNya dan itulah menjadi saat kita memuliakan Dia. Tentu saja kita memuliakan Dia sebagai Anak Allah. Singkatnya, Yesus bangkit dan membawa penebusan yang berlimpah kepada kita.

Santo Petrus dalam suratnya berkata: “Sebab Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita,Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar supaya Ia membawa kita kepada Allah. Ia yang telah dibunuh  dalam keadaanNya sebagai manusia tetapi telah dibangkitkan menurut Roh” (1Ptr 3:18).St. Paulus mengatakan, “Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapa kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia” (Kol 2:20). Kematian adalah bagian dari kehidupan kita, ada awal hidup saat kita semua lahir, ada saat di mana Tuhan memanggil kita untuk tinggal bersama dengan Dia selama-lamaNya pada saat kematian menjemput. Banyak orang takut dengan kematian tetapi Sebagai pengikut Kristus, kematian adalah saat di mana kita mengalami cinta kasih Tuhan lebih dalam.

Bacaan-bacaan Kitab Suci pada hari Minggu ini mengarahkan kita untuk memahami makna kebangkitan badan dan kehidupan kekal. Dalam bacaan pertama, Tuhan melalui nabi Yehezkiel bernubuat tentang pemulihan Bangsa Israel yang sebentar lagi akan digenapi Tuhan. Mereka akan kembali ke Yerusalem dan mengalami kembali kasih Tuhan. Tuhan sendiri akan menghembuskan napas hidupNya kepada mereka dan menganugerahi Roh KudusNya supaya mereka bisa setia kepadaNya. Dengan bahasa kiasan Tuhan bersabda melalui Yehezkiel: “Sungguh, Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya, dan Aku akan membawa kamu ke tanah Israel. Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah Tuhan, pada saat Aku membuka kubur-kuburmu dan membangkitkan kamu, hai umat-Ku, dari dalamnya. Aku akan memberikan Roh-Ku ke dalammu, sehingga kamu hidup kembali dan Aku akan membiarkan kamu tinggal di tanahmu. Dan kamu akan mengetahui bahwa Aku, Tuhan, yang mengatakannya dan membuatnya, demikianlah firman Tuhan.” (Yeh 37:12-14).

Pengalaman penderitaan di Babel ibarat sebuah kematian bagi Israel. Tuhan berjanji untuk “membuka kubur” artinya Ia mau memulihkan mereka semua karena Ia sangat mengasihi mereka. Bahkan bukan hanya sekedar memulihkan, RohNya pun diberikan kepada mereka. Roh yang memberi kehidupan kepada mereka. Kata-kata Tuhan ini membuat kita mengenang kembali awal penciptaan dunia di mana Tuhan juga memberikan Ruah, napas kehidupan kepada manusia pertama, meskipun mereka kemudian jatuh ke dalam dosa. Hal yang penting untuk kita ingat adalah Tuhan itu mengasihi umatNya.

Perkataan Tuhan melalui Yehezkiel menjadi nyata juga dalam pengajaran St. Paulus. Dalam suratnya kepada kepada jemaat di Roma mengatakan bahwa Roh Allah yang membangkitkan Yesus dari antara orang mati juga diam di dalam diri kita. Bagi Paulus, manusia itu memiliki dua tipe, manusia yang hidup menurut daging dan manusia yang hidup menurut Roh.  Manusia yang hidup menurut daging berarti hidup dalam dosa. Mereka ini tidak berkenan bagi Allah. Manusia yang hidup dalam Roh berarti hidup layak di hadirat Allah, selalu ada gerakan hati untuk mencari dan menemukan Allah yang mengasihi. Orang yang hidup dalam Roh akan mengalami keabadian karena Kristus ada di dalam diriNya.

Dalam hubungan dengan kematian, Paulus mengatakan bahwa tubuh manusia boleh mati karena dosa, tetapi roh hidup karena kebenaran. Pada akhirnya Paulus menegaskan: “Jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.” (Rm 8:11). Kematian bukanlah hal yang menakutkan tetapi menggembirakan karena Roh Kristus tinggal di dalam kita.

Tuhan Yesus dalam Injil menunjukkan kuasaNya sebagai Allah yang hidup. Ia membangkitkan Lazarus sebagai bukti kuasaNya. Kebangkitan Lazarus menjadi gambaran kemuliaan Tuhan sendiri. Tuhan membangkitkan Lazarus untuk hidup sementara tetapi ia akan mati sekali lagi. Tuhan akan bangkit dengan mulia setelah kematianNya dan untuk selama-lamanya Tuhan tidak akan mati lagi. Dialah Kebangkitan dan hidup maka orang yang percaya kepadaNya akan memperoleh hidup kekal. Hidup kekal adalah kerinduan kita semua! Kebangkitan Kristus yang kita rayakan dalam perayaan Paskah membantu kita untuk tetap memuliakanNya selama-lamanya.

Doa: Tuhan, kami memohon semoga Engkau juga membangkitkan kami semua dalam kasihMu. Amen

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply