Homili Malam Paskah (A)

Malam Paskah/A
(7 Bacaan dari Kitab Perjanjian Lama)
Rm 6:3-11
Mzm 118:1-2.16ab.17.22-23
Mat 28:1-10

Ia telah bangkit seperti yang telah dikatakanNya

Fr. JohnAda seorang bapa yang sudah meninggal dunia. Semua anak dan istri selalu mengenangnya karena mereka merasa kehilangan. Maut telah memisahkan mereka secara mendadak. Pada suatu kesempatan roh dari bapa itu datang mengunjungi anak bungsunya dalam mimpi. Bapa itu datang didampingi seorang pria yang berpakaian putih untuk menyampaikan bahwa ia (bapanya) sudah bahagia di tempat yang disiapkan baginya. Anaknya merasa bahagia. Ia memberi kesaksian pada peringatan kematian ayahnya dalam perayaan Ekaristi bahwa sejak ayahnya menampakkan dirinya dalam mimpi bahwa ia sudah berada di tempat yang membahagiakan, ia pun bertumbuh dalam iman dan kepercayaan kepada Tuhan. Ia semakin merasa yakin dan percaya bahwa kita semua akan mengalami kematian, kebangkitan dan kehidupan kekal.

Pada malam paskah ini kita merayakan kebangkitan Kristus dalam sejarah dan di dalam kehidupan menggereja. Kebangkitan Kristus di dalam sejarah sudah dibuktikan oleh para saksi mata dalam hal ini para rasul. Pengalaman komunitas para rasul itu dibagikan dan diwariskan secara turun temurun di dalam Gereja. St. Matius memberi kesaksian di dalam Injil bahwa kebangkitan adalah campur tangan Bapa yang ingin menciptakan dunia baru. Dikisahkan bahwa setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar hari pertama minggu itu, Maria Magdalena dan Maria yang lain pergi melihat kubur Yesus. Tentu saja di saat masih agak gelap, kedua wanita ini akan menemukan bukan hanya sebuah kubur saja, pasti ada seseorang atau sesuatu yang lain yang bisa mereka lihat. Para wanita berjalan ke arah kubur Yesus dengan melupakan segala yang menakutkan. Mirip dengan pada saat kematian Yesus, fenomena alam seperti gempa bumi terjadi dan menakutkan banyak orang.

Pada waktu itu seorang malaikat turun dari surga untuk mengguling batu penutup kubur Yesus dan duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat, pakaiannya putih bagaikan salju. Fenomena alam seperti kegelapan, gempa bumi dipakai untuk menunjukkan bahwa Tuhan memiliki kuasa atas surga dan bumi dan juga untuk menciptakan dunia baru. Di samping itu semua kubur akan terbuka dan banyak orang kudus akan bangkit dari kuburnya. Situasi ini tentu menakutkan banyak orang. Malaikat yang duduk di atas batu penutup kubur itu berkata: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu.” (Mat 28:5-7). Malaikat Tuhan mewartakan sukacita kebangkitan kepada Maria Magdalena dan Maria yang lain. Mereka diliputi suasana takut dan sukacita. Dua situasi bathin yang selalu dialami manusia sepanjang hidupnya.

Dalam situasi penuh ketakutan, ada kebahagiaan yang datang dari Tuhan. Maria Magdalena dan Maria yang lain merasakan semuanya sambil bergerak untuk bersaksi bahwa Yesus sungguh telah bangkit seperti yang sudah dikatakan selama Ia masih hidup bersama mereka. Pada saat itulah Yesus hadir dan menunjukkan diriNya kepada kedua wanita ini. Ia menyalami mereka: “Salam bagimu. Janganlah takut! Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudaraKu, supaya mereka pergi ke Galilea, dan disanalah mereka akan melihat Aku” (Mat 28:9-10). Kedua wanita itu pergi dan menyampaikan kepada komunitas segala sesuatu yang dipesan oleh Yesus.

St. Paulus dalam Bacaan Epistola mengatakan bahwa kita semua yang telah dibaptis di dalam Kristus, telah dibaptis di dalam kematianNya. Artinya kita juga telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh pembaptisan dalam kematian, supaya Kristus yang telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, kita juga memperoleh hidup baru. Kita semua bersatu dengan Kristus dalam kematian dan kebangkitanNya. Kita mati dengan Kristus, kita juga bangkit bersamaNya. Kristus mati dan bangkit dari kematian, satu kali untuk selama-lamanya. Beban dosa dilenyapkan oleh kemenangan Kristus dari kematian. Maut tidak lagi menjadi akhir dari segalanya, kegembiraan dan harapan mengisi dunia. Sekarang ini “maut tidak berkuasa lagi” (Rom 6:9) atas Yesus. Maut tidak berkuasa lagi atas kita yang menjadi milik Yesus selamanya.

Dramawan Jerman Friederich Schiller pernah berkata: “Siapapun yang telah mendengar warta paskah tidak akan lagi berjalan dengan wajah yang menampakkan ekspresi tragedi, tidak pula menjalani hidup sebagai manusia tanpa humor yang tiada harapan”. Sebagai orang-orang yang dibaptis, kita pun dipanggil Tuhan untuk bersukacita, melepaskan diri kita dari belenggu-belenggu kelaliman. Kita pun diajak untuk melihat Terang dan menguduskan diri dengan air pembaptisan. Kita memulai perayaan malam Paskah ini dengan upacara cahaya di mana lilin Paskah mambantu kita memfokuskan perhatian kepada Yesus sebagai cahaya dunia (Yoh 9:12). Dialah Alfa dan Omega, miliknyalah segala masa dan segala abad, kepadaNyalah kemuliaan dan kekuasaan sepanjang segala masa. Setelah upacara lilin dilanjutkan dengan pujian Paskah yang meriah.

Bacaan-bacaan dalam Kitab Perjanjian Lama khususnya Kitab Taurat dan Para Nabi, dimulai dari Kitab Kejadian untuk menjelaskan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu, melihatnya dan sungguh amat baik. Selanjutnya, Tuhan memanggil Abraham yang nantinya akan menjadi Bapak bagi banyak umat beriman. Abraham diuji oleh Tuhan apakah ia bisa mempersembahkan kurban yang murni untuk Tuhan. Tuhan menunjukkan belas kasihNya dengan mengeluarkan Israel dari perbudaan Mesir. Tindakan keselamatan Tuhan berlangsung dalam perjalanan di padang gurun. Mereka bisa berjalan di tengah tanah yang kering. Ini adalah simbol penting sakramen pembaptisan. Kitab-kitab para nabi juga menggmbarkan sengsara Yesus Kristus. Nabi Yesaya mengatakan bahwa Tuhanlah yang menebus umat manusia. Dia selalu berbelas kasih kepada semua orang. Tuhan sendiri menurut nabi Yesaya senantiasa mengajak kita untuk datang kepadaNya dan Dialah yang akan mengikat perjanjian dengan kita. Barukh mengajak umat Allah untuk berjalan dalam semarak Tuhan. Melalui Yehezkiel Tuhan berjanji untuk mencurahkan air jernih ke atas setiap pribadi dan hati baru juga akan diberikan kepada setiap kita.

Semua bacaan di dalam Kitab Perjanjian Lama (tujuh buah) bersifat membantu kita untuk memahami sejarah keselamatan dan rencana Allah yang tersembunyi dan menjadi nyata dalam diri Yesus Kristus. Tugas kita adalah menjawabi kasih Allah dengan percaya kepadaNya. Iman dan kepercayaan menjadi nyata dalam sakramen Pembaptisan di mana kita menyatakan diri lahir baru di dalam Kristus dari kematian karena dosa. Maka dalam perayaan Malam Paskah selalu ada pembaptisan baru dan bagi yang sudah dibaptis akan membaharui janji baptisnya. Semua ini dilakukan dengan sadar dan penuh iman supaya kita juga dapat memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan. Ia telah mengatakan bahwa Ia mengalami banyak penderitaan, dibunuh dan pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati. Semuanya ini digenapiNya dengan sempurna. Pada malam ini Tuhan Yesus bangkit dari kematianNya untuk anda dan saya. Mari kita bersyukur atas kasih dan pengorbananNya.

Doa: Tuhan, terima kasih karena Engkau sudah wafat dan bangkit bagi kami orang berdosa. Semoga kami juga ikut bangkit bersama Engkau. Amen

PJSDB

Leave a Reply

Leave a Reply