Food For Thought: Perlu bijaksana dalam hidup

Perlu Bijaksana dalam hidup

Saya mengundang anda untuk membayangkan sosok seorang yang kaya raya atau bayangkanlah dirimu sendiri masuk dalam cerita ini: Pada suatu hari ada seorang kaya tanpa nama ini singgah di sebuah restoran favorit untuk makan siang. Ia kelihatan terburu-buru turun dari mobil. Mobilnya segera dibawa pergi oleh sopir untuk mengganti oli di bengkel. Orang kaya ini masuk ke dalam restoran yang kelihatan ramai, menemukan sebuah tempat duduk yang nyaman dan mulai memesan makanan sesuai seleranya. Setelah selesai makan ia memanggil pelayan untuk membayar makanannya. Di atas kertas tertulis totalnya sebanyak beberapa ratus ribu rupiah. Sayang sekali karena saat itu ia baru sadar bahwa dompet berisi uang cash, ATM dan CC masih ada di mobil. Handphone yang dibawanya tidak memiliki aplikasi perbankan dan baterainya juga mulai merah, maka wifi dan paket datanya juga tidak bisa berfungsi. Dia mulai berkeringat dingin karena takut dipermalukan oleh pelayan kalau ia jujur mengatakan bahwa ia tak memiliki uang di tangan untuk membayar. Dia juga berpikir bahwa uangnya memang banyak tetapi pada saat seperti itu ia merasa tak berdaya, tak punya apa-apa seperti orang lain. Dari pengalamannya ini ia belajar untuk menjadi bijaksana dalam hidup.

Mungkin kita tertawa ketika membaca kisah pengalaman ini. Mungkin juga kita menertawakan kelemahan yang pernah kita alami, yang mirip seperti ini. Saya menyaksikan banyak orang yang berpikir bahwa E-tal-nya ada uang, tetapi ternyata sudah habis. Akibatnya ia dicaci maki, dibully dengan klakson-klakson mobil. Hanya ada satu atau dua orang yang peduli dengan kelemahan orang yang tidak mengecek E-tal sebelum naik tal. Ada yang mobilnya bagus, mahal tetapi mengalami hal yang sama. Maka kita butuh untuk selalu belajar dari kelemahan untuk menjadi bijaksana.

Pada hari ini saya merenung tiga kata penting yang selalu ada di dalam diri anda dan saya: kelemahan, kebodohan dan kebijaksanaan. Kita semua tidak luput dari kelemahan manusiawi. Kita bukanlah malaikat, kita hanya manusia yang memiliki banyak kelemahan. Sebab itu jangan pernah menertawakan kelemahan orang lain. Kita semua memiliki kebodohan tertentu. Sehebat dan sepintar apapun orang itu, ia pasti pernah mengalami kebodohan. Ia juga tidak sempurna sehingga memiliki kebodohan. Jangan pernah mengatakan orang lain bodoh sebab kita berada dalam satu kelas yang sama. Kebodohan adalah bagian dari hidup kita. Jangan menertawakan kebodohan orang lain karena aka nada saat orang menertawakan kebodohanmu. Kita semua berhasrat untuk menjadi bijaksana dalam hidup. Kita butuh Tuhan sumber kebijaksanaan yang dapat mengubah kelemahan, kebodohan menjadi kebijaksanaan. Hanya Tuhan yang mengubah hidup kita menjadi bijaksana. Maka kita perlu bijaksana dalam hidup.

Tuhan memberkati kita semua.

PJ-SDB