Hari Selasa, Pekan Biasa ke-XXVIIIA
Gal 4:31b-5:6
Mzm 119:41, 43, 44,45,47, 48
Luk 11: 37-41
Pengikut Kristus yang berhati Murni
Santo Makarius (1482-1563) pernah berkata: “Celakalah jiwa yang tidak memiliki Krisus sebagai nahkoda sejatinya; terombang-ambing dalam kegelapan, di hantam gelombang nafsu, terombang-ambing dalam badai di bawa kuasa roh-roh jahat, dan akhirnya binasa”. Santo Makarius berbicara tentang kemurnian hati setiap pengikut Kristus. Di bukit Sabda Bahagia, Tuhan Yesus berkata: “Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Alla” (Mat 5:8). Orang berhati suci, murni, transparan atau tembus pandang melihat Allah dalam hidup mereka setiap hari.
Tuhan Yesus menyapa kita semua, melalui Injil Lukas (Luk 11:37-42), untuk memiliki hati yang murni. Bagi Yesus, kebersihan rohani atau kemurnian hati yang sejati dan pertobatan itu berasal dari transformasi batiniah hati manusia yang diejawantah dalam kasih, belas kasihan dan kedermawanan yang tulus, bukan dari obsesi terhadap ketaatan terhadap sebuah spritualitas yang semu.
Seorang pengikut Kristus sejati perlu dan harus memiliki kemurnian hati dalam usaha untuk menjadi pelayan bagi sesama. Tuhan Yesus menggunakan gambaran cawan yang bagian luarnya begitu bersih dan indah, namun bagian dalamnya kotor. Sama juga dengan cangkir yang bagian luarnya indah, dikerjakan dengan penuh pengorbanan, namun ketika dipakai untuk membuat kopi maka bagian dalamnya pasti kotor dengan ampas kopinya.
Dari perikop Injil Lukas yang dibaca hari ini, dapatlah dikatakan bahwa bagian dalam yang kotor merupakan bentuk kemunafikan diri kita di hadapan Tuhan dan sesama. Kadang bisa terjadi seperti ini: orang lebih berfokus pada aturan, legalitas, status sosial, kesalehan di depan umum sambil menyimpan keserakahan, kebencian atau kurangnya kasih adalah hal yang hampa secara rohani.
Seorang pengikut Kristus butuh pertobatan yang radikal untuk melayani Tuhan dan sesama dengan hati yang murni. Berbahagialah orang yang murni hatinya karena dia akan melihat Allah yang dilayaninya.
P. John Laba, SDB