Lucerna pedibus meis verbum tuum, et lumen semitis meis

Food For Thought: Yesus sang tabib yang unik

Mengenang sang Tabib Ketika masih bertugas di daerah, saya sering melihat para dukun mengobati pasiennya dengan cara tradisional. Biasanya sang dukun memakan akar, kulit pohon atau dedaunan dan dengan air liurnya mengobati pasiennya. Orang yang jatuh dan mengalami patah tulang misalnya, selalu mendapat pengobatan tradisional seperti itu. Pada saat itu orang belum memikirkan penyakit menular […]

Homili Hari Minggu Biasa XXIII/B – 2015

Hari Minggu Biasa ke-XXIII/B Yes. 35:4-7a Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10 Yak. 2:1-5 Mrk. 7:31-37 Merenungkan Kebaikan Tuhan Pada suatu kesempatan saya diundang untuk merayakan misa harian di sebuah komunitas para suster. Karya utama para suster itu adalah melayani anak-anak berkebutuhan khusus. Saya melihat semangat kerasulan dan pengabdian para suster di komunitas itu sangat tinggi. Mereka bisa masuk […]

Food For Thought: Kuduskanlah hari Tuhan

Kuduskanlah hari Tuhan Kesetiaan pada hari Sabat merupakan tanda yang menunjukkan bahwa kita ingin menjadi kudus dan bahwa Tuhan menghendaki kekudusan kita. Tuhan sendiri berpesan kepada Musa: “Haruslah kamu pelihara hari Sabat, sebab itulah hari kudus bagimu.” (Kel 31:14). Kesetiaan pada hari Sabat juga merupakan suatu perjanjian kekal antara Allah dan manusia. Ini berarti harus […]

Homili 5 September 2015

Hari Sabtu, Pekan Biasa XXII Kol. 1:21-23 Mzm. 54:3-4,6,8 Luk. 6:1-5. Yesus adalah damai kita Saya pernah menghadiri undangan sebuah Persekutuan Doa untuk merayakan Misa syukur ulang tahunnya yang ke-X. Mereka memilih tema perayaan Ekaristinya: “Yesus adalah damai kita”. Saya coba menanyakan makna tema perayaan ini kepada salah seorang pengurus sebelum merayakan Misa syukur. Ia […]

Food For Thought: Persahabatan dengan Tuhan

Kamu adalah sahabat-Ku Banyak di antara kita mengenal kata-kata yang diucapkan Tuhan Yesus pada malam perjamuan terakhir kepada para murid-Nya: “Kamu adalah sahabat-Ku” (Yoh 15:14). Bagi Yesus sahabat yang baik adalah dia yang bisa melakukan perintah-perintah-Nya. Nah, kaum Farisi pernah mengatakan kepada Yesus bahwa para murid Yohanes dan kaum Farisi berpuasa, sedangkan para murid-Nya tidak […]

Homili 4 September 2015

Hari Jumat, Pekan Biasa XXII Kol. 1:15-20 Mzm. 100:2,3,4,5 Luk. 5:33-39 Yesus sang Mempelai sejati Tuhan Yesus berkeliling dan berbuat baik. Di dalam rumah ibadat di Nazaret, Ia menyampaikan visi dan misi-Nya yaitu bahwa Ia datang ke dunia untuk menghadirkan Kerajaan Allah dengan mewartakan Injil kepada kaum miskin, memberitakan pembebasan kepada para tawanan, penglihatan kepada […]

Homili 3 September 2015

Hari Kamis, Pekan Biasa XXII Kol. 1:9-14 Mzm. 98:2-3ab,3cd-4,5-6 Luk. 5:1-11 Mengetahui Kehendak Tuhan dengan sempurna Pada suatu hari saya mengikuti perayaan syukur dua puluh lima tahun membiara para bruder di sebuah komunitas. Mereka memilih tema perayaan syukur: “Sungguh, Aku datang untuk melakukan kehendak-Mu” (Ibr 10:9). Sambil membaca tema perayaan ini saya mengingat figur raja […]

Food For Thought: Untuk itulah Aku diutus!

Untuk itulah Aku diutus! Saya pernah merasa kecewa ketika mengunjungi sebuah stasi misionaris. Ketika itu saya menempuh perjalanan sekita 50-an km dari komunitas untuk merayakan Ekaristi. Ternyata mereka yang mengikuti perayaan Ekaristi hanya sekitar 20 0rang anak-anak dan tiga orang dewasa. Mereka yang menerima komuni kudus hanya tiga orang dewasa. Ketika tiba di komunitas saya […]

Homili 2 September 2015 (Dari Bacaan Pertama)

Hari Rabu, Pekan Biasa XXII Kol 1:2-8 Mzm. 52:10,11 Luk. 4:38-44. Selalu mengucap syukur Saudari dan saudara terkasih, pada pagi hari ini ada seorang sahabat menulis pesan singkat kepadaku: “Selamat pagi Romo John. Apakah anda sudah mengucap syukur kepada Tuhan?” Saya tersenyum dan mengatakan dalam hatiku: “Terima kasih Tuhan, terima kasih sahabat karena sudah mengingatkanku […]

Homili 2 September 2015 (Injil untuk Daily Fresh Juice)

Hari Rabu, Pekab Biasa XXII Kol. 1:1-8 Mzm. 52:10,11 Luk. 4:38-44 Kita juga disembuhkan untuk melayani! Pada suatu hari saya diundang untuk santap siang bersama di rumah sebuah keluarga. Saya merasakan kesempatan itu sebagai quality time untuk bernostalgia bersama keluarga itu. Mengapa saya mengatakan quality time? Tiga tahun sebelumnya keluarga itu pernah mengalami sebuah mukjizat […]