Homili Hari Minggu Prapaskah ke-V/C – 2019

HARI MINGGU PRAPASKAH KE-V/C
Yes. 43:16-21
Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6
Flp. 3:8-14
Yoh. 8:1-11

Mengampuni dan Melupakan

Banyak di antara kita sering mendengar ungkapan ‘mengampuni dan melupakan’ (forgive and forget). Kedua kata ini dapat berjalan bersama-sama, berdampingan satu sama lain di dalam hidup kita. Artinya bahwa orang mampu mengampuni karena ia berusaha melupakan segala sesuatu yang sudah terjadi pada dirinya. Ia tidak menghitung-hitung kesalahan dan dosa yang sudah dilakukan orang lain kepadanya, tetapi ia terus melihat ketulusan hati orang untuk berubah dari hidup lama ke hidup baru. Semua ini karena satu alasan utama yakni kasih. St. Paulus mengatakan bahwa kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain (1Kor 13:5). Maka hidup kristiani yang benar adalah hidup dalam kasih dan pengampunan dengan tidak mengingat atau tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ada perubahan cara pandang yakni orang lain berubah karena kita yang berubah. Tanpa ada perubahan cara pandang seperti ini maka kita tetap hidup dalam amarah, kebencian, iri hati dan ketidak berdayaan untuk mengampuni.

Ivern Ball (1926-1992) adalah seorang penyair dan penulis dari Inggris. Ia pernah berkata: “Sebagian besar dari kita dapat mengampuni dan melupakan; kita hanya tidak ingin orang lain melupakan bahwa kita mengampuni.” Saya sepakat dengan perkataan beliau. Hanya sebagian orang yang berpikiran positif untuk mengampuni dan melupakan. Masih sebagian lain yang sulit untuk mengampuni karena tidak mampu melupakan dosa dan salah yang sudah orang lain lakukan kepadanya. Orang masih mengampuni dengan mulut tetapi belum mampu mengampuni dengan hati. Tuhan mengampuni dengan hati-Nya yang penuh kerahiman bukan hanya dengan bersabda saja. Kalau kita mampu melupakan berarti kita mengingatkan orang lain bahwa kita memang mengampuni tanpa batas.

Pada hari ini kita mendengar sebuah kisah Injil yang sangat bermakna karena menggambarkan hidup kita di hadapan Tuhan, begitu beda dengan Tuhan sendiri. Padahal kita mengakui diri sebagai orang yang percaya kepada-Nya. Para ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berzinah. Biasanya dalam berzinah ada pasangan laki-lakinya namun dibiarkan bebas sedangkan perempuan diantar kepada Yesus untuk meminta pendapatnya. Tentu mereka mengolok dan mencaci maki, serta hendak menerapkan hukuman Taurat kepadanya dengan melempari batu hingga tewas. Tuhan Yesus menunjukkan sebuah kebijaksanaan yang membuka mata hati mereka, menyadarkan mereka bahwa mereka memang orang berdosa juga. Inilah perkataan Yesus: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.” (Yoh 8:7).

Perkataan sederhana dari Tuhan Yesus ini membuka pikiran orang-orang Farisi dan para ahli Taurat bahwa mereka juga orang berdosa. Mereka tidak harus bergaya orang suci di hadapan Yesus yang Mahasuci. Mereka semua mundur satu persatu, mulai yang paling tua. Ini menjadi kesempatan Yesus menunjukkan kepada perempuan itu: ‘Mengampuni dan Melupakan’ dengan berkata: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” (Yoh 8:11). Tuhan Yesus tidak menyimpan kesalahan wanita ini. Tuhan Yesus tidak menggembar-gemborkan dosa wanita ini. Ia mengampuni dan melupakan kesalahan dan dosanya.

Bagaimana dengan kita? Pada hari ini kita diingatkan Tuhan untuk tidak bersikap seperti para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang suka menggembar-gemborkan dosa orang lain melalui gossip, karena kita juga orang yang berdosa. Banyak kali kita lupa diri sebagai orang berdosa maka kita menceritakan hidup orang lain dan menertawakan mereka. Padahal mungkin kita jauh lebih buruk dari mereka yang lain. Kita belajar untuk menyerupai Tuhan Yesus yang ‘mengampuni dan melupakan’. Ia juga mengatakan kepada kita supaya tidak berbuat dosa lagi mulai dari sekarang. Kasih dan kebaikan Yesus ini sangat mengubah hidup perempuan yang berdosa, mengubah hidup kita para pendosa. Maka selalu mengasihi, selalu berbuat baik kepada siapapun juga.

PJ-SDB

Leave a Reply

Leave a Reply