Food For Thought: Kuatkanlah hatimu…

Kuatkanlah hatimu! Pada sore hari ini saya menemukan sebuah kutipan dari seorang Filsuf asal Amerika Serikat bernama Thomas Paine. Ia berkata, “Saya suka orang yang bisa tersenyum pada masalah, mengumpulkan kekuatan dari penderitaan dan tumbuh berani dengan bercermin diri.” Perkataan sederhana sang Filsuf ini membuka wawasan kita supaya selalu menguatkan hati senantiasa untuk berani menghadapi […]

Food For Thought: Membangun Kultur Kehidupan

Tinggal di dalam kasih! Kita sedang berada di dalam masa Novena Roh Kudus. Saya kembali membaca dan merenungkan pesan-pesan akhir Tuhan Yesus Kristus, versi Injil Yohanes. Saya menemukan sosok Yesus yang luar biasa. Anak Allah yang rela menjadi manusia dan mengasihi manusia yang berdosa sampai tuntas. Yesus Kristus memang beda! Dari semua perkataan yang diucapkan-Nya […]

Food For Thought: Jangan ada kata ‘benci’

Jangan ada lagi kata ‘benci’ Dua tahun yang lalu, tepatnya tanggal 13 Mei 2016, saya menulis status FB yang saya kutip dari perkataan St. Yustinus, Martir. Filsuf Kristen pertama ini berkata: “Meski kami orang kristen dibunuh dengan pedang, atau dibuang ke moncong-moncong binatang buas, atau pun disiksa dengan belenggu dan api, kami tidak akan murtad […]

Food For Thought: Kekerasan masih bersahabat

Ketika kekerasan masih bersahabat Pada pagi hari ini, Indonesia kembali berduka untuk kesekian kalinya. Setelah peristiwa Mako Brimob Kelapa Dua beberapa hari yang lalu, kini “giliran” bom bunuh diri di tiga Gereja yang berbeda di kota Surabaya, hingga menewaskan beberapa jemaat yang tidak bersalah. Media sosial di hari Minggu Komunikasi Sosial ini menulis “Pray for […]

Food For Thought: Kasih itu sungguh nyata

Kasih itu sungguh nyata! Setiap bulan Mei, keluarga besar Salesian Don Bosco (SDB) menghormati Bunda Maria dengan gelar Auxilium Christianorum atau Penolong Umat Kristiani. Sebagai tanda kasih dan hormat kepada Bunda Maria maka setiap orang diminta untuk mempersembahkan sekuntum bunga yang indah setiap hari kepadanya. Namun sekuntum bunga yang indah ini bukan dalam bentuk nyata […]

Homili 2 Mei 2018 (Dari Bacaan Pertama)

Hari Rabu, Pekan Paskah ke-V Kis 15:1-6 Mzm 122:1-2.3-4a.4b-5 Yoh 15:1-8 Komunikasi itu penting! Brian Tracy adalah seorang konsultan dan pembicara asal Amerika. Ia pernah berkata: “Komunikasi adalah sebuah keterampilan yang dapat anda pelajari. Belajar komunikasi itu seperti belajar mengendarai sepeda atau mengetik. Jika anda mau mengerjakannya dengan baik, anda akan dapat mengubah kualitas dari […]

Homili 2 Mei 2018 (Injil Untuk Daily Fresh Juice)

Hari Rabu, Pekan Paskah ke-V Kis. 15:1-6 Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5 Yoh. 15:1-8 Tinggallah di dalam Aku! Pada pagi hari ini saya menemukan sebuah tulisan berupa kutipan dari perkataan St. Theresia dari Kalkuta, seperti ini: “Hidupmu harus ditenun disekeliling Ekaristi. Arahkanlah matamu pada-Nya. Dialah cahaya. Bawalah hatimu sedekat-dekatnya pada hati ilahi-Nya, mintalah dari-Nya rahmat untuk mengenal-Nya, kasih […]

Homili Pesta St. Markus 2018

Pesta St. Markus, Penginjil 1Ptr 5:5b-14 Mzm 89:2-3.6-7.16-17 Mrk 16:15-20 Menjadi Rasul Rasul Zaman Now! Pada hari ini kita mengenang kembali St. Markus, sebagai penulis Injil paling pertama. Di dalam Kitab Perjanjian Baru, Markus dikenal dengan nama asli Yohanes Markus (Kis 12:12.25; 15:37). Ibunya tinggal di Yerusalem, namanya Maria. Markus dikenal sebagai pendamping setia Paulus […]

Homili 23 April 2018

Hari Senin, Pekan Paskah-IV Kis. 11:1-18 Mzm. 42:2-3; 43:3,4 Yoh. 10:1-10 Keselamatan bagi semua orang Ada seorang pemuda yang menghubungi saya beberapa hari yang lalu untuk bertemu. Ia hendak membagi pengalaman hidupnya setelah paskah tahun ini. Pertemuan singkat kami lakukan pada suatu sore hari. Ia mengakui bahwa ia sudah terlalu lama hidup di dalam dosa. […]

Homili Hari Minggu Paskah – IV/B – 2018

Hari Minggu Paskah IV/B Kis. 4:8-12 Mzm. 118:1,8-9,21-23,26,28cd,29 1Yoh. 3:1-2 Yoh. 10:11-18 Gembala berbau domba! Seorang tokoh umat pernah curhat kepada saya dengan membandingkan suasana pelayanan pastoral di parokinya zaman old dan zaman now. Ia mengatakan “kalau” zaman old, pastornya benar-benar pastor bagi umat. Mereka rela berjalan kaki, naik dan turun gunung untuk melayani umat. […]