Lucerna pedibus meis verbum tuum, et lumen semitis meis

Homili 18 September 2015

Hari Jumat, Pekan Biasa ke-XXIV 1Tim. 6:2c-12 Mzm. 49:6-7,8-9,17-18-20 Luk. 8:1-3 Arah Dasar kita: Kehidupan kekal Arah Dasar disingkat ArDas bukanlah istilah baru dalam hidup menggereja di Keuskupan Agung Jakarta. Arah dasar merupakan pedoman atau cita-cita yang hendak dicapai bersama sebagai satu komunitas Gereja. Kita umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta sedang mengakhiri ArDas 2011-2015 […]

Food For Thought: The Power of Love

The Power of Love Banyak di antara kita pasti mengenal lagu “The Power of Love”. Lagu ini ditulis dan direkam pertama kali oleh Jennifer Rush pada tahun 1984. Lagu ini kemudian menjadi lebih populer lagi ketika dinyanyikan oleh Celine Dion (1994) dan menjadi sangat terkenal di beberapa negara di Eropa, Canada, Australia dan Selandia Baru. […]

Homili 17 September 2015

Hari Kamis, Pekan Biasa XXIV 1Tim. 4:12-16 Mzm. 111:7-8,9,10 Luk. 7:36-50 Jadilah teladan bagi orang-orang percaya! Ada seorang sahabat yang mengakui bahwa sebagai orang tua, hal yang selalu menjadi perjuangannya adalah memberi teladan yang baik kepada anak-anak di dalam keluarganya dan juga kepada rekan-rekan kerjanya di kantor. Misalnya dalam bertutur kata ia pandai memilih kata-kata […]

Food For Thought: Indifference dalam beriman

Indifference dalam beriman Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini menyamakan orang-orang generasi-Nya dengan anak-anak yang yang duduk di pasar dan yang saling menyerukan: Kami meniup seruling bagimu, tetapi kamu tidak menari, kami menyanyikan kidung duka, tetapi kamu tidak menangis (Luk 7:32). Segala sesuatu itu ada waktunya: “Ada waktu untuk untuk menangis, ada waktu untuk […]

Homili 16 September 2015

Hari Rabu, Pekan Biasa XXIV 1Tim. 3:14-16 Mzm. 111:1-2,3-4,5-6 Luk. 7:31-35 Sungguh Agunglah Rahasia Iman Kita Ada seorang umat pernah mengusulkan kepada saya supaya setiap kali merayakan ekaristi, boleh menyanyikan anamnesis ini: “Agunglah misteri iman kita”. Saya bertanya kepadanya alasan mengapa ia mau supaya anamnesis ini selalu dinyanyikan. Baginya, kalimat-kalimat dalam anamnesis sangat menyentuh hatinya: misteri […]

Food For Thought: Tujuh duka Bunda Maria

Namanya Maria Mater Dolorosa Pada suatu kesempatan saya melewati sebuah bangunan megah di sebuah kota, ternyata merupakan sebuah bangunan Gereja Katolik dengan nama: “Gereja Katolik St. Maria Mater Dolorosa”. Saya membaca dan menyimak makna nama Gereja itu: “Maria Mater Dolorosa” artinya Maria Bunda yang berdukacita. Bunda Maria berdukacita sesuai dengan ramalan nabi Simeon bahwa sebilah […]

Homili 15 September 2015

Peringatan Bunda Maria Berdukacita Ibr. 5: 7-9 Mzm 31:2-3a,3b-4,5-6,15-16, 20 Yoh. 19:25-27 Setia berdiri di kaki salib Saya pernah mengunjungi sebuah keluarga yang memiliki seorang anak berkebutuhan khusus. Ketika tiba di rumah itu, saya merasakan suasana di dalam keluarga itu biasa-biasa saja. Ibu di rumah itu masuk ke dalam kamar dan menggendong anaknya untuk memohon […]

Food For Thought: Bermegah dalam Salib Kristus

Kupandang wajah-Mu dan berseru! Ada seorang sahabat mengirim lirik lagu ini kepadaku. Banyak di antara kita pasti mengetahui dan menyukainya: “Kupandang wajahMu dan berseru. Pertolonganku datang dariMu. Peganglah tanganku, jangan lepaskan. Kaulah harapan dalam hidupku.” Kata-katanya sederhana dan mendalam. Saya yakin bahwa kita semua mau memandang wajah Tuhan Yesus tersalib dan berseru seraya memohon pertolongan-Nya […]

Homili Pesta Pemuliaan Salib Suci – 2015

Pesta Pemuliaan Salib Suci Bil. 21:4-9 atau Flp 2:6-11 Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38 Yoh. 3:13-17 Aku akan menarik semua orang kepada-Ku! Pada hari ini seluruh Gereja Katolik merayakan Pesta Pemuliaan Salib Suci. Menurut St. Ambrosius, Uskup Milano, kayu salib Yesus ini ditemukan kembali oleh Ratu Helena, ibunda Kaisar Konstantinus. Kemudian salib itu dibagi-bagi menjadi potongan-potongan kecil untuk […]

Homili Hari Minggu Biasa XXIV/B – 2015

Homili Hari Minggu Biasa XXIV Yes. 50:5-9a Mzm. 116:1-2,3-4,5-6,8-9 Yak. 2:14-18 Mrk. 8:27-35 Mesias harus menderita! St. Yohanes Bosco mempunyai banyak pengalaman rohani yang mendidiknya bagaimana ia bertumbuh sebagai pengikut Kristus dan imam yang baik. Pengalaman pertama berhubungan dengan ibundanya. Margaretha Occhiena, ibunda St. Yohanes Bosco menasihatinya setelah selesai misa pentahbisan: “Sekarang engkau sudah menjadi […]