Homili 5 Desember 2020

Hari Sabtu Pekan Adventus I Yes 30:19-21.23-26 Mzm 147: 1-2.3-4.5-6 Mat 9:35-10:6-8 Mengalami Kerahiman Allah Adalah Paus Fransiskus. Dalam Bulla Misercordiae Vultus, beliau menulis: “Kerahiman adalah tindakan utama dan tertinggi dengan mana Allah sendiri datang untuk menjumpai kita melalui Yesus Kristus.” (MV,2). Tuhan Allah kita yang hadir dalam diri Yesus Kristus tidak pernah tinggal diam. […]

Homili 4 Desember 2020

Hari Jumat, Pekan Adventus I Yes 29:17-24 Mzm 27:1.4.13-14 Mat 9:27-31 Orang buta juga punya harapan Adalah Antoine de Saint-Exupery (1900-1944). Dalam bukunya ‘The Little Prince’ penulis berkebangsaan Prancis menulis begini: “Tetapi mata memang buta. Orang harus melihat dengan hati.” Ada orang yang secara fisik memang buta tetapi memiliki hati yang dapat melihat dengan jelas. […]

Homili 3 Desember 2020 – St. Fransiskus Xaverius

Hari Kamis, Pekan Adventus I St. Fransiskus Xaverius, Pelindung Misi 1Kor 9:16-19.22-23 Mzm 117: 1.2 Mrk 16: 15-20 Lengan yang menguduskan! Pada hari ini kita mengenang St. Fransisukus Xaverius. Beliau terlahir dengan nama lengkap Francesco de Yassu Javier lahir di istana Xavier, Novarra pada tanggal 7 April 1506. Ia berdarah biru, memiliki pendidikan tinggi dan […]

Food For Thought: Hidup dalam kelimpahan

Hidup dalam kelimpahan Gunung Lewotolok di Pulau Lembata, NTT barusan erupsi sehingga mengakibatkan banyak saudari dan saudara yang mengungsi ke kota Lewoleba. Hal yang menarik perhatian adalah banyak orang yang rela menjadi relawan untuk menolong saudari dan saudara yang terkena musibah ini. Masyarakat yang tidak kena dampak erupsi ini bahu membahu menolong sesama yang menderita […]

Homili 2 Desember 2020 – Injil untuk Daily Fresh Juice (DFJ)

Hari Rabu, Pekan Adventus I Yes 25:6-10 MT. Mzm 23:1-a. 3b-4.5.6 Mat 15: 29-37 Lectio: Pada suatu ketika Yesus menyusur pantai danau Galilea dan naik ke atas bukit lalu duduk di situ. Kemudian orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya membawa orang lumpuh, orang timpang, orang buta, orang bisu dan banyak lagi yang lain, lalu meletakkan mereka […]

Food For Thought: Kuat dan Bertahan

Kuat dan Bertahan Hari terakhir dalam tahun liturgi. Tuhan mengingatkan kita untuk tetap kuat dan bertahan di hadirat-Nya Yang Mahakudus. Mengapa Tuhan menghendaki demikian? Sebab Tuhan senantiasa menyertai kita hingga akhir zaman. Tuhan menyertai kita melalui Sabda yang kita dengar, baca dan lakukan di dalam hidup ini. Setiap hari Sabda Tuhan selalu memberikan peneguhan, kekuatan […]

Homili 28 November 2020

Hari Sabtu, Pekan Biasa ke-XXXIV Why 22:1-7 Mzm 95: 1-2.3-5.6-7 Luk 21:34-36 Menghadap wajah Tuhan St. Thomas Aquinas pernah menggubah sebuah himne penyembahan kepada Sakramen Mahakudus berjudul ‘Adoro Te devote’. Ada kalimat yang indah dan inspiratif bagi kita yakni: “Allah yang tersamar, Dikau kusembah, sungguh tersembunyi, roti wujudnya. S’luruh hati hamba tunduk berserah. ‘Ku memandang […]

Homili 20 November 2020

Hari Jumat Pekan Biasa ke-XXXIII Why. 10:8-11 Mzm. 119:14,24,72,103,111,131 Luk. 19:45-48 Kuduskan tempat ini Saya pernah diundang untuk menghadiri ibadat bersama sebuah persekutuan doa. Sebelum memulai ibadat, sang worship leader memulai dengan menyanyikan lagu ‘Kuduskan tempat ini’. Berikut lirik lagu yang diulang beberapa kali oleh umat, sambil mengangkat tangan: “Kuduskan tempat ini, untuk kami berdoa. […]

Food For Thought: Kerahiman Allah sungguh nyata

Kerahiman Allah sungguh nyata Adalah Khalil Gibran (1883-1931). Penulis dan pelukis dari Lebanon-Amerika pernah berkata: “Anda dapat melupakan orang yang tertawa bersamamu, tapi jangan pernah melupakan orang yang telah menangis bersamamu.” Bagi saya, perkataan ini super sekali. Kita semua memang mudah melupakan orang yang pernah tertawa bersama kita namun Gibran mengajak kita supaya jangan pernah […]

Homili 18 November 2020

Hari Rabu, Pekan Biasa ke-XXXIII Why. 4:1-11 Mzm. 150:1-2,3-4,5-6 Luk. 19:11-28 Kesetiaan itu penting Adalah Helen Keller (1880-1968). Sosok yang ikut mengubah dunia ini pernah berkata: “Kebahagiaan sejati itu tidak dicapai melalui kepuasan diri tetapi melalui kesetiaan pada tujuan yang mulia.” Perkataan Hellen Keller ini tentu berdasar pada pengalaman hidupnya sendiri. Ia mengalami kekurangan fisik […]