Lucerna pedibus meis verbum tuum, et lumen semitis meis

Homili 16 November 2018

Hari Jumat, Pekan Biasa ke-XXXII 2Yoh. 4-9 Mzm. 119:1,2,10,11,17,18 Luk. 17:26-37 Kasih yang menyelamatkan Saya pernah melewati sebuah Gereja Paroki, dan sempat melihat sebuah spanduk tentang Kebangunan Rohani Katolik (KRK) yang akan dipimpin oleh seorang Romo kenamaan di seluruh negeri. Tema dari Kebangunan Rohani Katolik adalah ‘Kasih yang menyelamatkan’. Saya merenungkan tema sederhana ini dalam […]

Homili 15 November 2018

Hari Kamis, Pekan Biasa ke-XXXII Flm. 7-20 Mzm. 146:7,8-9a,9bc-10 Luk. 17:20-25 Kerelaan untuk mengasihi Kita kembali mendengar kisah tentang Onesimus pada hari ini. Nama Onesimus dalam Bahasa Yunani berarti berguna. Kita menemukan nama Onesimus ini dalam Surat Paulus kepada Jemaat di Kolose (Kol 4:9), selanjutnya kita juga menemukannya dalam Filemon 10. Onesimus adalah seorang hamba […]

Food For Thought: Bersyukurlah…

Hati Penuh Syukur Adalah Marcus Tullius Cicero. Beliau adalah negarawan dan penulis kenamaan dari Kerajaan Romawi kuno. Ia pernah berkata: “Hati yang penuh syukur bukan saja merupakan kebajikan yang terbesar, melainkan merupakan induk dari segala kebajikan yang lain.” Saya sepakat dan memberi jempol kepada Cicero. Hidup kita memang bermakna ketika memiliki hati yang penuh syukur. […]

Homili 14 November 2018

Hari Rabu, Pekan Biasa ke-XXXII Tit. 3:1-7 Mzm. 23:1-3a,3b-4,5,6 Luk. 17:11-19 Hati penuh syukur Pada pagi hari ini saya menerima sebuah pesan singkat dari seorang sahabat yang sangat inspiratif bagiku. Ia mengutip Khalil Gibran, penulis dan pelukis Libanon: “Kejujuran adalah sebuah kebaikan terdalam yang mengajarkan kita untuk bersyukur pada hidup kita sendiri dan membagi kebahagiaan […]

Food For Thought: Kaum tua dan muda dengarlah…

Kaum tua dan muda dengarlah… Apakah ada orang tua dan orang muda yang ideal? Ini adalah pertanyaan sederhana yang selalu keluar dari mulut orang-orang yang mencari idealism tertentu dalam sosok manusia pria dan wanita. Sebenarnya, gambaran pribadi yang ideal itu relatif. Setiap orang melihatnya dengan pandangan yang berbeda. Kebanyakan orang akan mengatakannya sesuai dengan deskripsi […]

Homili 13 November 2018

Hari Selasa, Pekan Biasa ke-XXXII Tit. 2:1-8,11-14 Mzm. 37:3-4,18,23,27,29 Luk. 17:7-10 Hamba yang terbaik! Saya pernah diajak untuk makan siang bersama sebuah keluarga. Ada satu hal yang menyenangkan hati yakni pada saat itu, di depan meja yang sama duduklah seluruh keluarga, sopir dan baby-sitter. Saya mengatakan hal yang menyenangkan sebab biasanya ada pribadi tertentu yang […]

Merenung Pemimpin Idaman

Pemimpin idaman… Mengakhiri hari ini, saya merenung kembali semua peristiwa-peristiwa tertentu yang perlahan akan berlalu. Salah satu fokus permenungan saya adalah tentang kerinduan banyak orang untuk memiliki seorang pemimpin idaman. Dari berbagai media, kita mendapat gambaran berupa harapan banyak orang tentang kualitas seorang pemimpin. Masing-masing orang mengharapkan agar pemimpinnya bertanggung jawab, jujur, merakyat, bekerja keras, […]

Food For Thought: kasih dan kerahiman Tuhan

Merenungkan belas kasih dan kerahiman Tuhan Allah Apakah anda sudah berbagi pada hari ini? Ini adalah sebuah pertanyaan kecil dari salah seorang pembaca tulisan-tulisan saya di website pejesdb.com malam hari ini. Saya tersenyum sendiri dan merasa bersyukur kepada Tuhan karena sudah berbagi dengan para umat yang saya layani dalam Ekaristi hari ini dan juga beberapa […]

Homili 12 November 2018

Hari Senin, Pekan Biasa ke-XXXII Peringatan Wajib St Yosafat Tit. 1:1-9 Mzm. 24:1-2,3-4ab,5-6 Luk. 17:1-6 Jadilah Pribadi yang bertanggung jawab! Pada hari ini kita mengenang St. Yosafat, Martir. Beliau dilahirkan di Ukraina. Pada tahun 1580, beliau dibaptis dengan nama Yohanes. Selanjutnya ia menjadi seorang biarawan dalam Ordo St Basilus dan memilih nama Basilus. Yosafat memiliki […]

Food For Thought: Jangan takut menjadi miskin

Jangan takut menjadi miskin Mo orem hare-hare! Ini adalah sebuah ungkapan yang selalu saya dengan ketika masih kecil. Kadang-kadang ada tamu yang singgah di rumahku, setelah mereka disuguhi makan dan minum oleh orang tuaku, mereka selalu mengulangi kalimat yang sama: ‘Mo orem hare-hare’ artinya ‘anda adalah orang yang murah hati’. Kalimat ini dapatlah menjadi pengganti […]