Homili 29 Agustus 2018

Peringatan Wajib Wafatnya St. Yohanes Pembaptis Yer. 1:17-19 Mzm. 71:1-2,3-4a,5-6ab,15ab,17 Mrk. 6:17-29 Berani berkata benar Pada hari ini kita memperingati kemartiran St. Yohanes Pembaptis. Menyebut nama Yohanes Pembaptis, pikiran kita terarah pada sosok yang mendahului Tuhan dalam kelahiran dan kematian. St. Beda Venerabilis mengatakan: “Orang kudus ini mendahului Tuhan dalam kelahiran, pengajaran, dan kematian, sewaktu […]

Homili 28 Agustus 2018

Terlambat aku mengasihimu! Hari ini kita mengenang St. Agustinus. Ia memiliki masa lalu yang kelam tetapi Tuhan hadir dan mengubah seluruh hidupnya. Ia sadar diri bahwa masa lalu yang gelap semata-mata karena kesombongan manusiawinya. Ia berkata: “Adalah kesombongan yang mengubah malaikat menjadi setan; adalah kerendahan hati yang membuat manusia sebagai malaikat.” Kesombongan manusiawi dapat merendahkan […]

Homili 27 Agustus 2018

Peringatan St. Monika 2Tes. 1:1-5,11b-12 Mzm. 96:1-2a,2b-3,4-5 Luk. 7:11-17 Seorang ibu yang hebat Pada pagi hari ini saya membongkar kembali file-file tertentu di laptopku. Ada satu file khusus tentang St. Monika, dan saya menemukan doa khusus kepada St. Monika. Bunyinya: “St Monica terkasih, istri dan ibu yang berduka, banyak penderitaan menembusi hatimu sepanjang masa hidupmu. […]

Bacaan Rohaniku: Tuhan tidak tertarik dengan masa lalu kita

Tuhan tidak tertarik dengan masa lalu kita Pada malam hari ini saya meneruskan kebiasaan membaca Kitab Suci sebelum istirahat malam. Saya membaca lanjutan dari Kitab nabi Yesaya, tepatnya pada bagian ini: “Jangan ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purba kala! Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah […]

Bacaan Rohaniku: Selalu bersyukur

Selalu bersyukur Seorang sahabat menulis pesan singkat kepadaku, bunyinya: “Teruslah berlari mengejar mimpimu, hingga suara cemoohan itu berubah menjadi tepuk tangan.” Saya bertanya kepadanya mengapa mengirim pesan seperti ini kepadaku. Ia mengatakan bahwa ia sedang menyiapkan perayaan misa syukur sebab rumah impian keluarga sudah selesai dibangun. Ia sempat menceritakan suka dukanya membangun rumah itu dari […]

Food For Thought: Keteladanan itu perlu dan harus!

Keteladanan itu perlu dan harus Tuhan Yesus sangat menginspirasikan saya pada misa pagi ini untuk berbagi Sabda dengan orang-orang muda di komunitasku. Inilah kata-kata Tuhan Yesus yang menginspirasi: “Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi telah menduduki kursi Musa. Sebab itu turutilah dan lakukanlah segala sesuatu yang mereka ajarkan kepadamu, tetapi janganlah kamu turuti perbuatan-perbuatan mereka, karena […]

Food For Thought: Damai itu sederhana

Damai itu sederhana Ada seorang sahabat pernah mengatakan kepada saya bahwa damai itu sederhana. Saya hanya tersenyum dan merenung tentang tingkat sederhana damai itu seperti apa. Ia mengatakan bahwa damai itu sederhana ketika setiap pribadi dapat keluar dari dirinya sendiri, berjumpa dengan orang yang sangat membutuhkan dan menolongnya dengan tulus iklas. Hatinya akan damai dan […]

Bacaan Rohani: Tertarik kepada Allah

Apakah engkau tertarik kepada Allah? Ada seorang misdinar yang masih remaja, bertanya kepada saya di dalam sakristi gereja: “Romo, apakah anda tertarik kepada Allah?” Pertanyaan ini memang sederhana dan mudah di jawab, tanpa refleksi sekalipun. Namun momennya saat itu adalah saya dalam keheningan, sedang menyiapkan diri untuk merayakan misa harian. Saya terdiam sejenak dan mengatakan […]

Food For Thought: Kerendahan hati itu penting

Kerendahan hati itu penting John J. McCloy adalah seorang pengacara dari Amerika. Ia pernah berkata: “Kerendahan hati menuntun pada kekuatan bukan kelemahan. Mengakui kesalahan dan melakukan perubahan atas kesalahan adalah bentuk tertinggi dari penghormatan pada diri sendiri.” Saya sepakat dengannya karena kerendahan hati memang menguatkan hidup kita bukan melemahkan. Kerendahan hati membuat kita layak berdiri […]

Homili 21 Agustus 2018

Peringatan Wajib St. Pius X Yeh. 28:1-10 MT Ul. 32:26-27ab,27cd-28,30,35cd-36ab Mat. 19:23-30 Mawas diri itu perlu dan harus Saya selalu mengingat sebuah dialog menarik antara seorang ayah dengan anaknya yang masih di remaja di sebuah restoran. Ketika itu saatnya makan siang. Semua orang memesan makanan sesuai kebutuhan dan kesukaannya. Anak itu memesan makanan yang menurut […]