Lucerna pedibus meis verbum tuum, et lumen semitis meis

Homili 16 Februari 2015

Hari Senin, Pekan Biasa VI Kej. 4:1-15,25 Mzm. 50:1,8,16bc-17,20-21 Mrk. 8:11-13. Ketika Dosa Mengintip di depan pintu! Ada seorang sahabat selalu mengingat nasihat orang tuanya. Ia bercerita bahwa ketika masih kecil, orang tuanya selalu menggunakan kesempatan untuk memberi nasihat kepadanya pada saat makan bersama. Nasihat-nasihat itu umumnya tentang bagaimana ia menjaga diri dari godaan setan […]

Food For Thought: Datang kepada Yesus

Orang terus datang kepadaNya! Permenungan malam ini saya ambil dari kisah Yesus di dalam Injil Markus. Setelah Ia menyembuhkan seorang yang sakit kusta, Ia melarang si kusta yang sembuh supaya tidak menceritakan tanda ini. Ia cukup pergi kepada imam dan menunjukkan diri dan kesembuhannya. Orang yang mengalami kesembuhan ini pergi dan memberitakan tanda kesembuhan kepada […]

Homili Hari Minggu Biasa VI/B – 2015

Hari Minggu Biasa VI/B Im. 13:1-2,44-46 Mzm. 32:1-2,5,11 1Kor. 10:31 – 11:1 Mrk. 1:40-45 Hiduplah Menyerupai Yesus Kristus! Ada seorang pemuda yang membagi pengalaman rohaninya. Ia merasa terpukul ketika berjalan bersama dengan seorang sahabatnya yang mengakui dirinya seorang ateis praktis. Ketika itu mereka bersama-sama berada di dalam mobil menuju ke tempat kerja. Di pertengahan jalan […]

Homili 14 Februari 2015

Hari Sabtu, Pekan Biasa V-PW. St. Sirilus & Metodius Kej. 3:9-24 Mzm. 90:2,3-4,5-6,12-13 Mrk. 8:1-10 Dosa itu beranak cucu! Tuhan memiliki rencana yang indah kepada setiap pribadi. Ia menciptakan manusia sebagai mahkota dari segala ciptaan, menyiapkan taman Eden yang indah dan nyaman sebagai tempat untuk bersenang-senang bagi manusia pertama, Ia membawa semua hewan ke hadapan […]

Uomo di Dio: The Power of ACTS

The Power of ACTS Ada seorang pemuda yang ingin bertemu dengan saya untuk membahas sebuah masalah pribadinya. Masalahnya adalah selalu mengalami kesulitan dalam hidup doa. Setiap kali berdoa, ia selalu mengalami gangguan. Ia merasa kurang konsentrasi dalam berdoa. Kalaupun ia berkonsentrasi, hanya sebentar saja, selanjutnya konsentrasinya buyar. Apa yang dilakukannya? Ia memikirkan pekerjaan, masalah-masalah tertentu […]

Homili 13 Februari 2015

Hari Jumat, Pekan Biasa V Kej. 3:1-8 Mzm. 32:1-2,5,6,7 Mrk. 7:31-37. Berbahagialah orang yang dosanya diampuni! Daud adalah seorang raja yang besar dalam sejarah Israel. Belum ada seorang yang mampu menyaingi dan mengalahkannya karena Ia dipilih Allah. Ketika Daud dipilih, Tuhan Allah melihat hati bukan fisiknya. Ia berkata kepada Samuel: “Jangan pandang parasnya atau perawakan […]

Food For Thought: Anggur dan Zaitun dalam keluarga

Anggur dan Zaitun dalam Keluarga Permenungan pada hari ini saya ambil dari Mazmur 128. Pemazmur membayangkan berkat-berkat yang Tuhan dapat berikan kepada setiap keluarga. Ia melihat dua tipe manusia yakni ada manusia yang cemas dan tidak sabar dalam menantikan berkat Tuhan dan orang beriman yang selalu menyadari bahwa Tuhan pasti akan menurunkan berkatNya kepada setiap […]

Homili 12 Februari 2015

Hari Kamis, pekan Biasa V Kej. 2:18-25 Mzm. 128:1-2,3,4-5 Mrk. 7:24-30. Tuhan memberkati! Ada sebuah kebiasaan baik ketika berkomunikasi dengan sesama baik secara lisan maupun tulisan yakni dengan menggunakan kalimat ini: “Tuhan memberkatimu” atau “God bless You”. Banyak di antara kita selalu menggunakan kalimat ini tetapi apakah kita sungguh-sungguh menyadarinya ketika menulis atau mengungkapkannya? Ketika […]

Food For Thought: God is Good!

Allah kita sungguh baik! Pada hari ini saya merenungkan sebuah kutipan Kitab Kejadian, bunyinya: “Tuhan Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup. Selanjutnya Tuhan Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Lalu Tuhan Allah […]

Homili 11 Februari 2015

Hari Rabu, Pekan Biasa V Kej. 2:4b-9,15-17 Mzm. 104:1-2a,27-28,29bc Mrk. 7:14-23. Pujilah Tuhan, hai Jiwaku! Ada seorang guru agama mendatangi pastoran untuk bertukar pikiran dengan gembalanya. Dalam dialog persaudaraan itu, ia jujur mengatakan bahwa ia merasa gagal dalam membina umat di kampung karena dalam kehidupan doa, ia hanya mendengar mereka memohon atau meminta kepada Tuhan. […]