Lucerna pedibus meis verbum tuum, et lumen semitis meis

Homili 19 November 2014

Hari Rabu, Pekan Biasa XXXIII Why 4:1-11 Mzm 150:1-2.3-4.5-6 Luk 19:11-28 Mendahului ke Yerusalem Bagian yang khas dari Injil Lukas adalah tentang kisah perjalanan Yesus ke Yerusalem (Luk 9:51-19:27). Artinya semua kegiatan Yesus di Galilea perlahan-lahan ditinggalkanNya. Ia mengarahkan mataNya ke Yerusalem dan perlahan-lahan berjalan menuju ke sana. Ia mengajar dan membuat banyak tanda heran […]

Homili 18 November 2014

Hari Selasa, Pekan Biasa XXXIII Why 3:1-6.14-22 Mzm 15:2-3ab.3cd-4ab.5 Luk 19:1-10 Bertobat secara radikal Penginjil Lukas melaporkan kelanjutan perjalanan Tuhan Yesus ke Yerusalem dengan melewati kota Yerikho. Setelah menyembuhkan orang buta yang miskin di gerbang kota tua ini (Luk 18:35-43), Yesus perlahan-lahan memasuki kota Yerikho dan berjalan terus melintasi kota itu. Yerikho dikenal cukup ramai […]

Homili 17 November 2014

Hari Senin, Pekan Biasa XXXIII Why 1:1-4;2:1-5a Mzm 1:1-2.3.4.6 Luk 18: 35-43 Tuhan, Semoga Aku Melihat! Ketika mengikuti sebuah acara Kebangunan Rohani Katolik (KRK), ada kesempatan untuk mendoakan umat yang hadir. Masing-masing umat yang mau didoakan secara pribadi datang ke hadapan pastor, menyebut intensi doanya dan pastor akan mendoakan dan memberkatinya. Ada seorang pemuda yang […]

Homili Hari Minggu Biasa XXXIII/A – 2014

Hari Minggu Biasa XXXIII/A Ams 31: 10-13.19-20.30-31 Mzm 128:1-2.3.4-5 1Ts 5:1-6 Mat 25: 14-30 Tuhan Menguji Kesetiaanmu Saya mengawali Homili hari ini dengan mengutip Perkataan Tuhan melalui nabi Yeremia: “Aku memikirkan rancangan damai, bukan bencana; kamu akan berseru kepadaKu dan Aku akan mendengarkan kamu; Aku akan membawa kamu kembali dari semua tempat pembuanganmu.” (Yer 29: […]

Homili 15 November 2014

Hari Sabtu, Pekan Biasa XXXII 3Yoh 5-8 Mzm 112: 1-2.3-4.5-6 Luk 18:1-8 Berdoa tanpa henti! Seorang sahabat mengirim pesan ucapan terima kasih karena doa novenanya dikabulkan Tuhan. Ia mendapat pekerjaan baru sesuai dengan latar belakang keahliannya. Dia bercerita bahwa selama sembilan hari ia berdoa dan memasrahkan segalanya kepada Tuhan melalui Bunda Maria. Ia sangat percaya […]

Uomo di Dio: Belajar dari sang Kasir

Belajar dari sang Kasir Banyak kali saya mengunjungi supermarket di dekat komunitas seperti “Sabar Subur” dan “Hero” untuk berbelanja. Ini menjadi kesempatan yang baik saya boleh mengamati perilaku orang yang datang ke supermarket tersebut. Dari banyak konsumen atau sekedar pengunjung supermarket, saya lebih tertarik untuk mengamati perilaku para pegawai yang bekerja sebagai kasir. Apa yang […]

Homili 14 November 2014

Hari Jumat, Pekan Biasa XXXII 2Yoh: 4-9 Mzm 119:1,2,10,11,17,18 Luk 17:26-37 Mari kita saling mengasihi Saya pernah membaca sebuah kisah tentang kasih yang luar biasa dalam buku Max Lucado berjudul “You Changed my life”. Di kisahkan bahwa ada seorang pria yang mengalami luka bakar ketika berupaya menyelamatkan orang tuanya dari kebakaran rumah. Ia gagal menyelamatkan […]

Food For Thought: Merasakan Kehadiran Tuhan

Merasakan kehadiran Tuhan Bulan November adalah bulan istimewa untuk mendoakan orang-orang yang sudah meninggal dunia. Sejak awal bulan November saya selalu mendoakan doa ini: “Rèquiem aetèrnam, dona eis, Domine, et lux perpètua lùceat eis. Requiéscant in pace. Amen.” (Ya Tuhan, berilah mereka istirahat kekal dan sinarilah mereka dengan cahaya abadi. Beristirahatlah dalam damai, Amen). Doa […]

Homili 13 November 2014

Hari Kamis, Pekan Biasa XXXII Flm 7-20 Mzm 146: 7.8-9a.9bc-10 Luk 17:20-25 Saling menerima apa adanya! Ada seorang sahabat pernah berkomentar: “Jika ada orang yang mengakui dirinya sebagai pengikut Kristus tetapi belum mampu menerima orang lain apa adanya maka ia seorang pembohong. Besar kemungkinan orang itu hanya cendrung menerima sesama ada apanya.” Saya coba memahami […]

Homili 12 November 2014 (Dari Bacaan Pertama)

Hari Rabu Pekan Biasa XXXII Tit 3:1-7 Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6 Luk 17:11-19 Membangun Harapan Untuk Hidup Kekal Saya pernah mengantar komuni kudus untuk seorang bapa yang sedang sakit keras (viaticum). Setelah ibadat di dalam kamarnya, ia menyuruh keluarganya untuk keluar dari kamar karena ia mau berbicara secara pribadi denganku. Ia mengatakan kerinduannya untuk bisa menghadap Tuhan […]